Kamis, 26 Maret 2009

Materi Manajemen Perbankan (UNTL)

BAB I
PENDAHULUAN

Memperoleh keuntungan merupakan tujuan utama berdirinya suatu badan usaha, baik badan usaha yang berbentuk PT, Yayasan, maupun bentuk badan usaha lainnya. Keuntungan yang diperoleh tidak saja digunakan untuk membiayai operasi perusahaan, seperti membayar gaji karayawan, serta biaya-biaya lainnya, akan tetapi juga digunakan untuk ekspansi perusahaan melalui berbagai kegiatan dimasa yang akan datang. Dan yang lebih penting lagi adalah perusahaan terus-menerus akan memperoleh keuntungan maka ini berarti kelangsungan hidup badan usaha tersebut akan terjamin masa depannya.
Dalam prakteknya tidak semua badan usaha yang didirikan memperoleh keuntungan seperti yang diharapkan oleh badan usaha, namun harapan tersebut tidak dicapai, dan bahkan mati, akibat terus menerus menderita kerugian. Dampak kerugian yang diderita oleh suatu badan usaha bukan hanya bangkrut akan tetapi juga mengakibatkan terjadinya PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) terhadap karyawan yang pada akhirnya akan berakibat menganggurnya karyawan perusahaan yang bersangkutan.
Agar suatu badan usaha tidak menderita kerugian atau dengan kata lain harus memperoleh keuntungan seperti yang ditargetkan, maka badan usaha tersebut perlu mengelolanya secara profesional. Tanpa pengelolaan yang profesional jangan diharapkan suatu perusahaan akan dapat memperoleh keuntungan seperti apa yang diharapkan. Kegiatan mengelola inilah yang kita kenal dengan istilah manajemen. Pengertian manajemen disamping mengelola atau mengatur suatu kegiatan atau usaha adalah mencapai tujuan melalui orang lain. Artinya tidak ada suatu tujuan yang dicapai tanpa bantuan orang lain.
Dalam mengelola suatu badan usaha maka perlu dilakukan suatu perencanaan yang matang. Kemudian setelah direncanakan maka diorganisasikan, agar perencanaan tersebut dapat lebih terarah. Organisasi sangat penting karena merupakan tempat bagi perusahaan dalam mencapai tujuannya, sedangkan manajemen merupakan alat untuk mencapai tujuan tersebut. Selanjutnya rencana yang telah disusun perlu dilaksanakan dengan menempatkan orang-orang yang tepat untuk melakukan rencana-rencana tersebut. Penempatan orang pada pekerjaan yang tepat harus sesuai dengan kualifikasi yang disandangnya, dimana di dalam ilmu manajemen di kenal dengan istilah “the right man on the right place. terakhir perlu dikendalikan agar pelaksanaan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan.
Setiap perusahaan memeliki ciri dan karakteristik yang berbeda hingga dalam pengelolaannya pun harus disesuai dengan ciri atau karakteristik perusahaan tersebut. Salah satu ciri atau karakteristik yang sangat berbeda adalah antara perusahaan yang menjual produk yang berbentuk barang, dengan perusahaan yang menjual produk yang berbentuk jasa. Kedua jenis perusahaan ini memerlukan pengelolaan yang berbeda pula, meskipun terdapat persamaan pengelolaannya. Kemudian di antara perusahaan yang menjual produk jasa pun terdapat perbedaan, hal ini di sebabkan jasa yang di tawarkan juga beragam bentuk dan karakteristiknya.
Salah satu perusahaan yang menjual jasa adalah perusahaan yang bergerak dalam bidang perbankan atau lebih di kenal dengan nama bank. Bank merupakan perusahaan yang menyediakan jasa keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. Fungsi bank merupakan perantara di antara masyarakat yang membutuhkan dana dengan masyarakat yang berkelebihan dana, disamping menyediakan jasa-jasa keuangan lainnya, oleh karena itu bank berfungsi sebagai perantara keuangan, maka dalam hal ini faktor “kepercayaan” dari masyarakat merupakan faktor utama dalam menjalankan bisnis perbankan. Manajemen bank dihadapkan berbagai upaya untuk menjaga kepercayaan tersebut, sehingga dapat memperoleh simpati dari pada calon nasabahnya.
Bisnis perbankan pada era tahun 1960-an 1970-an merupakan bisnis yang belum begitu dikenal. Kesan bank masih angker, bank tidak perlu mencari nasabah tetapi sebaliknya nasabahlah yang mencari bank. Kemudian era tahun 1980-an-1990-an kesan dunia perbankan menjadi terbalik, karena diera ini justru perbankan mulai aktif mengejar nasabah. Oleh sebab itu pemerintah harus mengeluarkan UU yang akan mengatur tentang proses berdirinya sebuah bank misalnya dengan modal awal harus Rp 50.000.000. Selanjutnya di awal tahun 1997-2000 merupakan kehancuran dunia perbankan di Indonesia. Puluhan bank diliquidasi alias dibubarkan dan puluhan lagi di merger akibat terus menerus menderita kerugian. Akibat dari hancurnya dunia perbankan di Indonesia merupakan pelajaran yang berharga bagi masyarakat Timor-Leste agar dapat mengeluarkan UU mengenai proses berdirinya sebuah bank, agar tidak mengalami hal yang demikian.
Dalam menjual jasa bank yang perlu dikelola secara profesional dapat di bagi menjadi 3 kelompok 1. Kegiatan menghimpun dana (Funding), 2. menyalurkan dana (Lending) dan 3. jasa-jasa bank lainnya (Service). Kegiatan ketiga kelompok ini harus dikelola secara bersama-sama, karena diantara ketiga kelompok ini saling terkait, oleh karena itu harus dikelola secara profesional.
Manajemen perbankan adalah : Bagaimana mengelola ke 3 kelompok jasa ini secara profesional dan simultan, sehingga dapat menghasilkan laba yang maksimal. Maksimal laba diperoleh dari selisih bunga pinjaman dengan simpanan, dimana bunga pinjaman lebih tinggi dari bunga simpanan.
Dari ketiga kegiatan ini dapat digambar sebagai berikut :








Rekening Giro Kredit Investasi Transfer
Rekening Tabungan Kredit Modal Kerja L/C
Rekening Deposito Kredit Produktif ATM
Kredit Perdagangan DLL
DLL


BAB II
BANK

A. Pengertian Bank
Berdasarkan UU no 10 Tahun 1998 tentang perbankan adalah : Suatu badan usaha yang menghimpun dana dari masyarakat dalam bentuk simpanan dan menyalurkan kepada masyarakat dalam bentuk kredit dalam rangka meningkatkan taraf hidup masyarakat banyak.
B. Sejarah Perbankan
Sejarah dikenalnya kegiatan perbankan dimulai dari jasa penukaran uang. oleh karena itu bank dikenal sebagai tempat menukar uang atau sebagai meja tempat menukarkan uang. Dalam sejarah pada pedagang dari berbagai kerajaan melakukan transaksi dengan menukarkan uang, dimana penukaran uang di lakukan antar mata uang kerajaan yang satu dengan kerajaan yang lain. Kegiatan penukaran ini sekarang dikenal dengan nama pedagang valuta asing (Money Changer).
Dalam perkembangan selanjutnya kegiatan operasional perbankan bertambah lagi menjadi tempat penitipan uang atau yang disebut sekarang ini kegiatan simpanan. Kemudian kegiatan perbankan berkembang dengan kegiatan peminjaman uang yaitu dengan cara uang yang semula disimpan oleh masyarakat, oleh perbankan dipinjamkan kembali ke masyarakat yang membutuhkannya. Hal ini akibat dari kebutuhan masyarakat akan jasa keuangan semakin meningkat dan beragam maka peranan dunia perbankan semakin dibutuhkan oleh seluruh lapisan masyarakat baik yang berada di Negara maju maupun Negara-negara sedang berkembang

C. Bank Sentral
Bank sentral merupakan jenis bank yang bersifat bank non komersial. Oleh sebab itu setiap Negara selalu ada bank sentral, karena fungsi bank sentral yang diatur dalam UU nomor 23 tahun 1999 tentang bank Indonesia. Tujuan BI yang diatur dalam UU nomor 23 tahun 1999 bab III pasal VII adalah untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai mata uang. Mata uang perlu dijaga dan dipelihara karena mengingat dampak yang ditimbulkan apabila suatu mata uang tidak stabil sangatlah berpengaruh kepada terjadinya inflasi yang sangat memberatkan masyarakat luas. Oleh karena itu tugas bank Indonesia untuk mencapai dan memelihara kestabilan nilai mata uang.
Adapun maksud dan tujuan kestabilan nilai mata uang oleh bank sentral adalah :
1.Memelihara dan menstabilkan nilai mata uang terhadap barang dan jasa yang dapat diukur atau tercermin dari perkembangan laju inflasi.
2.Kestabilan nilai mata uangnya terhadap mata uang Negara asing dapat diukur dari perkembangan nilai tukar mata uangnya terhadap mata uang Negara lain.
Dalam kestabilan dan memelihara nilai kurs maka bank sentral memiliki tugas sbb :
1.Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
2.Mengatur dan menjaga kelancaran system pembayaran
3.Mengatur dan mengawasi bank
Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter
Dalam rangka menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter bank sentral berwewenang :
a.Menetapkan sasaran-sasaran moneter dengan memperhatikan sasaran laju inflasi yang ditetapkan
b.Melakukan pengendalian moneter dengan menggunakan cara-cara yang termasuk, tetapi tidak terbatas pada :
- Operasi pasar terbuka di pasar uang, baik mata uangnya sendiri maupun valas
- Penetapan cadangan wajib minimum
- Pengaturan kredit dan pembiayaan
c. Melaksanakan kebijakan nilai tukar berdasarkan sistem nilai tukar yang telah ditetapkan
d. Mengelola cadangan devisa
e. Menyelenggarakan survy secara berkala atau sewaktu-waktu diperlukan yang dapat bersifat makro dan mikro
Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran
a.Mewajibkan penyelenggaraan jasa sistem pembayaran untuk menyampaikan laporan kegiatan
b.Menetapkan pengunaan alat pembayaran
c.Menetapkan macam harga, ciri uang yang akan dikeluarkan, bahkan yang digunakan dan tanggal mulai berlakunya sebagai alat pembayaran yang sah
d.Mengeluarkan dan mengedarkan mata uangnya serta mencabut, manarik dan memusnahkan uang dari peredarannya, termasuk memberikan penganti dengan nilai yang sama.
Mengatur dan mengawasi bank
1.Menetapkan ketentuan-ketentuan perbankan yang membuat prinsip-prinsip kehati-hatian
2.Memberikan dan mencabut izin usaha
3.Memberikan izin pembukaan, penutupan dan pemindahan kantor bank
4.Memberikan persetujuan atas kepemilikan dan kepengurusan bank
5.Memberikan izin kepada bank untuk menjalankan kegiatan usaha tertentu
6.Mewajibkan bank untuk menyampaikan laporan, keterangan dan penjelasan sesuai dengan tata cara yang ditetapkan BS.
7.Melakukan pemeriksaan terhadap bank, baik secara berskala maupun setiap waktu apabila diperlukan
8.Mengambil tindakan terhadap suatu bank sebagaimana diatur dalam undang-undang tentang perbankan yang berlaku apabila menurut penilaian BS dapat membahayakan kelangsungan usaha bank yang bersangkutan dan atau membahayakan perekonomian nasional
9.Tugas mengawasi bank akan dilakukan oleh lembaga pengawasan sector jasa keuangan yang independent dan bentuk dengan undang-undang
Hubungan antara BS dengan pemerintah.
a.Bertindak sebagai pemegang kas pemerintah
b.Untuk dan atas nama pemerintan BS dapat menerima pinjaman luar negeri, menatausahakan serta menyelesaikan tagihan dan kewajiban keuangan pemerintah terhadap pihak luar negeri
c.Pemerintah wajib berkonsultasi dengan BS
d.Memberikan pendapat dan pertimbangan kepada pemerintah mengenai RAPBN serta kebijakan lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenang BS
Hubungan BS dengan Dunia Internasional
a. Dapat melakukan kerjasama dengan :
1. BS Negara lain
2. Organisasi dan lembaga internasional
b. Dalam hal dipersyaratkan bahwa anggota internasional dan atau lembaga multilateral adalah negara maka BS dapat bertindak untuk dan atas nama negara sebagai anggota.
























BAB III
KEGIATAN PERBANKAN

A. Kegiatan-Kegiatan Bank
Dewasa ini kegiatan-kegiatan perbankan yang ada di Indonesia antara lain :
1. Menghimpun dana dari masyarakat (Funding) dalam bentuk :
a. Simpanan giro (Demand Deposit) dimana sistem panarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek atau bilyet giro.
b. Simpanan tabungan (Saving Deposit) dimana sistem penerikannya dapat dilakukan sesuai dengan perjanjian dan menggunakan slip penarikan, buku tabungan, kartu ATM atau sarana penarikan lainnya.
c. Simpanan deposito (Time Deposit) dimana sistem penarikannya dapat dilakukan sesuai dengan jangka waktu yang telah ditentukan oleh pihak bank dan nasabah, serta menggunakan bilyet deposito atau sertifikat deposito.
2. Menyalurkan dana kepada masyarakat (Lending) dalam bentuk :
a. Kredit investasi
b. Kredit modal kerja
c. Kredit perdagangan
d. Kredit konsumtif
e. Kredit produktif
B. Keuntungan Bank
Dalam menjalankan suatu usaha atau setiap kegiatan tentu harapan yang pertama adalah memperoleh keuntungan. Untuk memperoleh keuntungan berbagai cara dapat dilakukan oleh pihak bank. Bank sebagai bisnis keuangan dalam mencari keuntungan juga memiliki cara tersendiri, dalam pratek perbankan dewasa ini terdapat dua model dalam mencari keuntungan yaitu bank yang berdasarkan prinsip konvensional dan berdasarkan prinsip syariah. Dalam materi ini hanya dibahas bagi bank prinsip konvensional dalam mencari keuntungan mengingat bank jenis inilah yang mendominasi kegiatan perbankan pada zaman sekarang ini. Keuntungan utama bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional adalah berdasarkan bunga yang telah ditentukan.
Bunga bagi bank yang berdasarkan prinsip konvensional dapat diartikan sebagai balas jasa yang diberikan oleh bank kepada nasabah yang membeli atau menjual produknya. Bunga juga dapat diartikan sebagai harga yang harus dibayar kepada nasabah (yang memeliki simpanan) dan yang harus dibayar oleh nasabah kepada bank (nasabah yang memperoleh pinjaman).
Dalam kegiatan perbankan berdasarkan prinsip konvensional ada dua macam bunga yang diberikan kepada nasabahnya yaitu : Pertama adalah bunga simpanan yaitu bunga yang diberikan sebagai rangsangan atau balas jasa bagi nasabah yang menyimpan uangnya dibank. Bunga simpanan merupakan harga yang harus dibayar bank kepada nasabahnya seperti jasa giro, bunga tabungan serta bunga deposito dan harga ini bagi bank merupakan harga beli. Kedua adalah bunga pinjaman yaitu bunga yang diberikan kepada para peminjam atau harga yang harus dibayar oleh nasabah peminjam kepada bank seperti bunga kredit dan harga ini bagi bank merupakan harga jual.
Baik bunga simpanan maupun bunga pinjaman merupakan komponen utama faktor biaya dan pendapatan bagi bank. Bunga simpanan merupakan biaya dana yang harus dikeluarkan kepada nasabah sedangkan bunga pinjaman merupakan pendapatan yang diterima dari nasabah. Antara bunga simpanan dn bunga pinjaman masing-masing saling mempengaruhi satu sama lainnya. Apabila bunga simpanan tinggi, maka secara otomatis bunga pinjaman juga terpengaruh ikut naik dan demikian pula sebaliknya.
C. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Tingkat Suku Bunga
Dalam menentukan tingkat suku bunga, baik itu suku bunga simpanan maupun suku bunga kredit dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor antara lain :
1. Kebutuhan dana
Faktor ini dikhususkan untuk dana simpanan, yaitu seberapa besar kebutuhan dana yang diinginkan. Apabila bank kekurangan dana, sementara permohonan pinjaman meningkat, maka yang dilakukan oleh bank agar dana tersebut cepat terpenuhi adalah dengan meningkatkan suku bunga simpanan akan pula meningkatkan suku bunga pinjaman. Sebaliknya apabila dana yang ada dalam simpanan di bank banyak, sementara permohonan pinjaman sedikit maka bunga simpanan akan turun karena hal ini merupakan beban.
2. Target laba yang diinginkan
Faktor ini dikhususkan untuk bunga pinjaman. Hal ini disebabkan target laba merupakan salah satu komponen dalam menentukan besar kecilnya suku bunga pinjaman. Jika laba yang diinginkan besar maka bunga pinjaman ikut besar dan demikian pula sebaliknya. Namun untuk menghadapi pesaing target laba dapat diturunkan seminimal mungkin.
3. Kualitas Jaminan
Kualitas jaminan juga diperuntukan bunga pinjaman. semakin liquid jaminan (mudah dicairkan) yang diberikan, maka semakin rendah bunga kredit yang dibebankan dan sebaliknya. Sebagai contoh jaminan sertifikat deposito berbeda dengan jaminan sertifikat tanah. Alasan utama perbedaan ini adalah dalam hal pencairan jaminan apabila kredit yang diberikan bermasalah. Bagi bank jaminan yang liwuid seperti sertifikat deposito atau rekening giro yang dibekukan akan lebih mudah untuk dicairkan jika dibandingkan dengan jaminan sertifikat tanah.
4. Kebijaksanaan pemerintah
Dalam menentukan baik untuk bunga simpanan maupun bunga pinjaman bank tidak boleh melebihi batasan yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. Artinya ada batasan maksimal dan ada batasan minimal untuk suku bunga yang diizinkan. Tujuannya adalah agar bank dapat bersaing secara sehat.
5. Jangka waktu
Baik untuk bunga simpanan maupun untuk bunga pinjaman faktor jangka waktu sangat menentukan. Semakin panjang jangka waktu pinjaman, maka akan semakin tinggi bunganya, hal ini disebabkan oleh besarnya kemungkinan resiko macet dimasa mendatang. Demikian pula sebaliknya jika pinjaman berjangka pendek, maka bunganya akan relatif lebih rendah. Untuk bunga simpanan berlaku sebaliknya semakin panjang jangka waktu maka bunga simpanan semakin rendah dan sebaliknya.
D. Komponen-Komponen Dalam Menentukan Bunga Kredit
Sesungguhnya keuntungan utama bisnis perbankan adalah bagaimana mengelola dan menentukan bunga pinjaman secara flesibel sehingga menghasilkan laba yang maksimal. Artinya tingkat suku bunga pinjaman haruslah lebih tinggi dari suku bunga simpanan sehingga bank dapat memperoleh keuntungan.
Dalam menentukan besar kecilnya suku bunga kredit yang akan diberikan kepada debitur terdapat beberapa komponen yang perlu memperoleh perhatian. Komponen-komponen ini ada yang dapat diminimalkan dan ada pula yang tidak sama sekali. Adapun komponen dalam menentukan suku bunga kredit antara lain :
1. Total Biaya Dana (Cost of Fund)
Merupakan total bunga yang dikeluarkan oleh bank untuk memperoleh dana simpanan baik dalam bentuk giro, tabungan maupun deposito. Total biaya dana tergantung dari seberapa besar bunga yang ditetapkan untuk memperoleh dana yang diinginkan. Semakin besar bunga yang dibebankan terhadap bunga simpanan maka semakin tinggi pula biaya dananya demikian pula sebaliknya. Total biaya dana ini harus dikurangi dengan cadangan wajib (RR) Reserve Requirement yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Saat ini besarnya RR yang ditetapkan pemerintah sebesar 5%
2. Biaya Operasi
Dalam melakukan setiap kegiatan bank membutuhkan berbagai sarana dan prasarana baik berupa manusia maupun alat. Penggunaan sarana dan prasarana ini memerlukan jumlah biaya yang harus ditanggung bank sebagai biaya operasi. Biaya operasi merupakan biaya yang dikeluarkan oleh bank dalam melaksanakan operasinya. Biaya ini terdiri dari biaya gaji pegawai, biaya administrasi, biaya pemeliharaan dan biaya-biaya lainnya.
3. Cadangan resiko kredit macet
Merupakan cadangan terhadap macetnya kredit yang akan diberikan, hal ini disebabkan setiap kredit yang diberikan pasti mengandung suatu resiko yang tidak terbayar. Resiko ini dapat timbul baik disengaja maupun tidak disengaja. Oleh karena itu pihak bank perlu mencadangkannya sebagai sikap bersiaga menghadapinya dengan cara membebankan sejumlah presentase tertentu terhadap kredit yang disalurkan.
4. Laba yang diinginkan
Setiap kali melakukan transaksi bank selalu ingin memperoleh laba yang maksimal. Penentukan ini ditentukan oleh beberapa pertimbangan penting, mengingat penentuan besarnya laba sangat mempengaruhi besarnya bunga kredit. Dalam hal ini biasanya bank disamping melihat kondisi pesaing juga melihat kondisi nasabah apakah nasabah utama atau bukan dan juga melihat sektor-sektor yang dibiayai, misalnya jika proyek pemerintah atau untuk pengusaha atau rakyat kecil maka labanyapun berbeda dengan yang komersial.
5. Pajak
Pajak merupakan kewajiban yang dibebankan pemerintah kepada bank yang memberikan fasilitas kredit kepada nasabahnya.
Untuk lebih mudah memahami pembebanan suku bunga berikut ini contoh komponen-komponen pembebanan suku bunga dalam menentukan suku bunga kredit adalah sebagai berikut :
PT. Bank Dili Mulia menentukan suku bunga deposito sebesar 18 % Pa. kepada para deposannya. Cadangan Wajib (RR) yang ditetapkan pemerintah adalah 5 % kemudian biaya operasi yang dikeluarkan adalah 6 % dan cadangan resiko kredit macet 1 % laba yang diinginkan adalah 5 % dan pajak 20 %.
Pertanyaanya :
Hitunglah beberapa bunga kredit yang diberikan (based lending rate) kepada para debiturnya (peminjam).
Bunga yang dibebankan
Cost of Fund =
100% - RR

18% 18%
Cost of Fund = = 18,95%
100% - 5% 95%

Jadi cost of fund 18,95% dibulatkan menjadi 19% untuk menghitung bunga kredit yang diberikan adal sebagai berikut :
Total biaya dana (cost of fund) 19%
Total biaya operasi 6%
25%
Cadangan resiko kredit macet 1%
26%
Laba yang diinginkan 5%
31%
Pajak 20% dari laba (5%) 1%
Bunga kredit yang diberikan (based lending rate) 32%














BAB IV
MANAJEMEN DANA BANK

A. Pengertian Sumber Dana Bank
Dalam bisnis perdagangan terdapat sejumlah barang yang akan dibeli kemudian barang tersebut dijual kembali dengan harga lebih tinggi. Begitu pula dalam perusahaan industri terdapat kegiatan membeli bahan baku untuk diproses menjadi barang setengah jadi atau barang jadi dan kemudian dijual kembali. Kegiatan jual beli ini terus menerus dilakukan sesuai dengan target perusahaan dan harus dikelola secara professional sehingga menghasilkan laba yang maksimal dengan menekan biaya seefesien mungkin. Bagi bank merupakan bisnis keuangan, kegiatan membeli barang dan menjual barang juga terjadi, hanya bedanya dalam bisnis bank yang dijual dan dibeli adalah jasa keuangan. Sebelum dilakukan penjualan jasa keuangan, bank haruslah terlebih dulu membeli jasa keuangan yang tersedia di masyarakat dan membeli jasa keuangan yang dapat diperoleh dari berbagai sumber dana yang ada, terutama sumber dana dari masyarakat.
Oleh sebab itu pengertian sumber dana bank adalah usaha bank dalam menghimpun dana dari masyarakat. Perolehan dana ini tergantung dari bank itu sendiri, apakah dari simpanan masyarakat atau dari lembaga lainnya. Atau manajemen dana bank adalah suatu kegiatan perencanaan , pelaksanaan, dan pengendalian terhadap penghimpun dana yang ada di masyarakat.
Secara garis besar sumber dana bank dapat diperoleh dari :
1.Dari bank itu sendiri
2.Dari masyarakat
3.Dan dari lembaga lainnya
Didalam bab ini pembahasan lebih ditekankan pada sumber dana dari masyarakat, hal ini disebabkan sumber dana dari masyarakat merupakan sumber dana yang paling memperoleh perhatian. Bagi bank sumber dana dari pihak ketiga disamping mudah untuk mencarinya juga tersedia banyak dimasyarakat. Kemudiam persyaratan untuk mencarinya juga tidak sulit, asal bank tersebut dapat memberikan bunga yang relatif tinggi dan hadiah menarik lainnya. Oleh karena itu manajemen dana bank lebih diarahkan kepada pengelolaan yang bersumber dari masyarakat:
A. Simpanan Giro
Dalam bahasa sehari-hari kata simpanan sering disebut dengan nama rekening atau account, dimana artinya sama. Dengan memiliki simpanan atau rekening berarti memiliki sejumlah uang yang disimpan di banktertentu atau dengan kata lain dana yang dipercayakan oleh masyarakat untuk dititipkan dibank. Dana kemudian dikelola oleh bank dalam bentuk simpanan seperti rekening giro, rekening tabungan dan rekening deposito untuk kemudian diusahakan kembali dengan cara disalurkan kepada masyarakat. Oleh sebab itu pengertian simpanan giro adalah simpanan yang penarikannya dapat dilakukan setiap saat dengan menggunakan cek dan sarana perintah pembayaran lainnya yang disediakan oleh pihak bank.
Untuk lebih jelas maka perhitungan jasa giro akan diuraikan dengan contoh berikut ini transaksi yang terjadi pada rekening giro. Tn. Michael Owen selama bulan September 2007.
Nama Nasabah : Michael Owen
Nomor Rekening : 1979.1980
- Tgl. 01 Sept. Saldo US$. 5.500.000,00
- Tgl. 08 Sept. Setor Tunai US$. 10.000.000,00
- Tgl. 10 Sept. Tarik Tunai US$. 3.000.000,00
- Tgl. 15 Sept. Tarik Tunai US$. 2.500.000,00
- Tgl. 16 Sept. Setor Kliring US$. 4.000.000,00
- Tgl.20 Sept.Tarik tunai US$. 7.000.000,00
- Tgl.22 Sept. Setor tunai US$. 2.000.000,00
- Tgl .24 Transfer masuk US$. 7.000.000,00
- Tgl .29 Sept.Tarik Tunai US$.14.000.000,00
Pertanyaannya :
a.Buatlah laporan rekening korannya
b.Coba saudara hitung berapa bunga bersih yang harus bank bayar kepada Tn. Michael Owen selama bulan September jika bunga dihitung dari saldo terendah pada bulan yang bersangkutan dengan jasa giro yang berlaku adalah 14% per tahun dan dikenakan pajak 15%.
c.Kemudian hitung pula berapa bunga bersih yang harus bank bayar kepada Tn. Michael Owen selama bulan September jika bunga dihitung dari saldo rata-rata pada bulan yang bersangkutan dan jasa giro yang berlaku adalah 14% per tahun serta dikenakan pajak 15%.
Jawabannya:
a. Laporan Rekening Koran Tuan Michael Owen
Rekening Koran
Tuan Michael Owen
per 30 September 2007
(Dalam Dollar)
Tgl
Transaksi
Debet
Kredit
Saldo
01
Saldo
-
-
5.500
08
Setor Tunai
-
10.000
15.500

10
Tarik Tunai
3.000
-
12.500
15
Tarik Tunai
2.500
-
10.000
16
Setor kliring
-
4.000
14.000
20
Tarik Tunai
7.000
-
7.000
22
Setor Tunai
-
2.000
9.000
24
Transfer masuk
-
7.000
16.000
29
Tarik Tunai
14.000
-
2.000
Jadi perhitungan bunga menggunakan saldo terendah.
b. Saldo terendah pada bulan September adalah 2.000,00
maka bunga pada bulan September adalah
14% x 20.000,00
Bunga = = US$. 23.333
12 bulan
pajak 15% X US$. 23.333 = 3.500
Bunga bersih = 19.833
c. Perhitungan dengan menggunakan saldo rata-rata:
Saldo rata-rata untuk bulan September adalah:
US$ 91.500,00
US$ = 10.166.667
9
Keterangan:
a.Angka US$. 91.500.000 diperoleh dari menjumlahkan saldo mulai dari 1 September sampai dengan tanggal 29 September 2007
b.Sedangkan angka 9 diperoleh dari jumlah transaksi yang terjadi selama bulan tersebut, maka bunganya adalah sebagai berikut:
14% x US$. 10.166.667
bunga = = US$. 118.611
12 bulan

pajak 15% x US$ 118.611 = US$. 17.792
bunga bersih = US$ 100.819
Jadi perbedaan perhitungan dengan kedua metode di atas terdapat selisih yaitu :
bunga bersih dengan saldo rata-rata adalah = US$.100.819
bunga bersih dengan saldo terendah adalah = US$.19.833
Selisih = US$ 80.986
Pilihan bagi bank dengan perhitungan bunga diatas yang paling menguntungkan adalah dengan saldo terendah. Sebaliknya bagi nasabah adalah saldo rata-rata, namun semua ini ditentukan oleh pihak bank, apakah menggunakan saldo terendah atau saldo rata-rata.
B. Simpanan Tabungan
Berbeda dengan simpanan giro, simpanan tabungan memiliki cirri khas tersendiri. Jika simpanan giro digunakan oleh para pengusaha atau para pedagang dalam bertransaksi maka simpanan tabungan digunakan untuk umum dan lebih banyak digunakan oleh perorangan baik pegawai, mahasiswa atau Ibu rumah tangga. Kemudian bank dalam menetapkan suku bunga juga berbeda dalam arti rata-rata suku bunga simpanan tabungan lebih tinggi dari jasa giro yang diberikan kepada nasabah. Begitu pula metode perhitungan bunga serta berbagai keuntungan lainnya seperti hadia atau cindera mata.
Pengertian tabungan adalah simpanan yang penerikannya hanya dapat dilakukan menurut syarat-syarat tertentu yang disepakati, tetapi tidak dapat ditarik dengan cek atau jenis penerikan lain yang dipersamakan dengan itu.
Alat-alat yang dapat digunakan dalam penarikan tabungan adalah:
1.Buku tabungan
2.Slip penarikan
3.Kartu yang terbuat dari plastic atau ATM (Automated Teller Machine)
Selanjutnya adalah biaya yang dikeluarkan oleh bank untuk simpanan tabungan biasanya berupa bunga. Metode pembebanan bunga yang diberikan sama seperti pembebanan jasa giro yaitu saldo terendah, saldo rata-rata dan saldo harian. Pembebanan suku bunga tabungan tergantung kepada bank yang bersangkutan namun dalam prakteknya sering digunakan saldo harian.
Untuk lebih jelas maka berikut ini akan disajikan contoh dalam pembebanan bunga yang harus dibayar oleh bank kepada nasabahnya sbb.:
Transaksi yang terjadi di rekening Tn. Roy Martin selama bulan September 2007
Tgl. 09 Sept. Setor tunai US$. 3.000.000,00
Tgl. 09 Sept. Setor tunai US$. 5.000.000,00
Tgl. 14 Sept. Tarik tunai US$. 4.000.000,00
Tgl. 16 Sept. Transfer masuk US$. 6.000.000,00
Tgl. 23 Sept. Tarik tunai US$. 7.000.000,00
Tgl. 27 Sept. Setor tunai US$. 6.000.000,00
Pertanyaannya:
a.Buatkan laporan rekening tabungannya
b.Coba saudara hitung berapa bunga bersih yang harus bank bayar kepada Tn Roy martin selama bulan September jika bunga dihitung dari sal terendah pada bulan yang bersangkutan dan suku bunga yang berlaku adalah 16% per tahun serta dikenakan pajak 15%
c.Hitung pula berapa bunga bersih yang harus bank bayar kepada Tn Roy Martin selama bulan September jika bunga dihitung dari saldo rata-rata pada bulan yang bersangkutan dengan suku bunga yang berlaku adalah 17% per tahun dan dikenakan pajak 15%.
d.Hitung juga berapa bunga bersih yang harus dibayar bank kepada Tn Roy Martin selama bulan September jika bunga dihitung dari saldo harian sebagai berikut :
Dari Tgl. 1s/d tgl. 10 bunga = 16%/Tahun
Dari Tgl. 11s/d tgl. 20 bunga = 17%/Tahun
Dari Tgl. 21s/d tgl. 30 bunga = 20%/Tahun
Jawab:
a. Laporan rekening tabungan Tuan Roy Martin
Laporan rekening tabungan
Tn. Roy Martin per 30 September 2007
(Dalam Ribuan Dollar)
Tgl
Transaksi
Debet
Kredit
Saldo
01
Setor Tunai
-
3.000
3.000
09
Setor Tunai
-
5.000
8.000
14
Tarik Tunai
4.000
-
4.000
16
Transfer Masuk
-
6.000
10.000
23
Tarik Tunai
7.000
-
3.000
27
Setor Tunai
-
6.000
9.000

b. Perhitungan bunga dengan saldo terendah
Saldo terendah bulan September adalah US$. 3.000
Jadi perhitungan bunga adalah
16% x US$. 3.000
bunga = = US$. 40.000
12 bulan

pajak 15% x US$. 40.000 = US$. 6.000
Bunga bersih = US$ 34.000
c. Perhitungan bunga dengan saldo rata-rata
Saldo rata-rata bulan September adalah
US$. 37.000.000
= US$. 6.166.667
6
Jadi perhitungan adalah:
17% x 6.166.667
bunga = = US$ 87.361
12 bulan
pajak 15% x US$ 87.361 = US$. 13.104
bunga bersih = US$. 74.257
d. Perhitungan dengan saldo
Tgl. 1 s/d 8 September
16% x US$ 3.000.000
bunga = x 8 hari = US$. 10.521
365 hari
Tgl. 9 dan 10 September
16% x US$. 8.000.000
bunga = x 2 hari = US$. 7.014
365 hari
Tgl. 11 s/d 13 September
17% x US$. 8.000.000
bunga = x 3 hari = US$. US$. 11.178
365 hari
Tgl. 14 s/d 15 September
17% x US$. 4.000.000
bunga = x 2 hari = US$. 3.726
365 hari

Tgl. 16 s/d 20 September
17% x US$. 10.000.000
bunga = x 5 hari = US$. 23.288
365 hari
Tgl. 21 s/d 22 September
20% x US$. 10.000.000
bunga = x 2 hari = US$. 10.959
365 hari

Tgl. 23 s/d 26 September
20% x US$. 3.000.000
bunga = x 4 hari = US$. 6.575
365 hari
Tgl. 27 s/d 30 September
20% x US$. 9.000.000
bunga = x 4 hari = US$. 19.726
365 hari
Total bunga harian = US$. 92.987
Pajak 15% x US$ 92.987 = US$. 13.948
Bunga bersih = US$. 79.039
C. Simpanan Deposito
Sumber dana dari masyarakat luas yang ketiga adalah simpanan deposito dan pemilik deposito disebut deposan. Oleh sebab itu pengertian dari deposito adalah jenis simpanan yang penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu berdasarkan perjanjian nasabah penyimpan dengan pihak bank.
Untuk lebih jelas maka dapat dilihat dalam contoh sebagai berikut :
a.Tuan Roy Martin ingin menerbitkan deposito berjangka untuk jangka waktu 6 bulan. Nominal yang diinginkan adalah US$. 50.000.000 dan pembayaran secara tunai. Bunga 20% Pa (per tahun) dan dikenakan pajak 15% serta bunga diambil setiap bulan tunai.
Pertanyannya:
Berapa jumlah bunga yang dibayar bank setiap bulan kepada Tuan Roy Martin?
Jawab:
20% x US$ 50.000.000
bunga = x 1 = US$ 833.333
12 bulan
Pajak 15% x US$. 833.333 = US$. 124.999
Bunga bersih per bulan = US$. 708.334
b.Tuan Roy Martin ingin menerbitkan deposito berjangka untuk jangka waktu 9 bulan. Nominal yang diinginkan adalah US$. 30.000.000 dan pembayaran secara tunai. Bunga 26% Pa (per tahun) dan dikenakan pajak 15% serta bunga diambil setiap bulan tunai.
Pertanyannya:
Berapa jumlah bunga yang dibayar bank setiap bulan kepada Tuan Roy Martin?
Jawab:
26% x US$ 30.000.000
bunga = x 9 = US$ 5.850.000
12 bulan
Pajak 15% x US$. 5.850.000 = US$. 877.500
Bunga bersih setelah jatuh tempo = US$. 4.972.500














BAB V
MANAJEMEN KREDIT

A. Pengertian Manajemen Kredit
Kredit adalah, penyediaan uang atau tagihan yang dapat dipersamakan dengan itu, berdasarkan persetujuan atau kesepakatan pinjam meminjam anatar bank dengan pihak lain yang mewajibkan pihak peminjam melunasi uangnya setelah janka waktu tertentu dengan pemberian bunga.
B. Unsur-Unsur Kredit
Adapun unsur-unsur yang terkandung didalam pemberian suatu fasilitas kredit adalah sebagai berikut :
1. Kepercayaan
Yaitu suatu keyakinan pemberi kredit (bank) bahwa kredit yang diberikan baik berupa uang, barang, atau jasa akan benar-benar diterima kembali dimasa datang. Kepercayaan ini diberikan oleh bank, karena sebelum dana dikucurkan, sudah dilakukan penelitian dan penyelidikan yang mendalam tentang nasabah. Penelitian dan penyelidikan dilakukan untuk mengetahui kemauan dan kemampuannya dalam membayar kredit yang disalurkan.
2. Kesepakatan
Disampnig unsur kepercayaan di dalam kredit juga mengandung unsur kesepakatan antara si pemberi kredit dengan si penerima kredit. Kesepakatan ini dituangkan dalam suatu perjanjian dimana masing-masing pihak menandatangani hak dan kewajiban masing-masing. Kesepakatan penyalur kredit dituangkan dalam akad kredit yang ditangani oleh kedua pihak yaitu pihak bank dan nasabah.
3. Jangka Waktu
Setiap kredit yang diberikan oleh pihak bank pasti memeliki jangka waktu yang telah ditetapkan oleh kedua pihak
4. Resiko
Faktor resiko kerugian dapat diakibatkan dua hal yaitu resiko kerugian yang diakibatkan nasabah sengaja tidak mau membayar kreditnya pada hal mampu dan resiko kerugian yang diakibatkan karena nasabah tidak sengaja yaitu akibat terjadinya musibah seperti bencana alam. Penyebab tidak tertagih sebenarnya dikarenakan adanya suatu tenggang waktu pengembalian (Janka waktu). Semakin panjang jangka waktu suatu kredit semakin besar resikonya tidak tertagih, demikian pula sebaliknya. Dan resiki ini semuanya ditanggung bank, baik resiko yang sengaja maupun resiko yang tidak disengaja.
5. Balas Jasa
Akibat dari pemberian fasilitas kredit bank tentu mengharapkan suatu keuntungan dalam jumlah tertenu. Keuntungan atas pemberian suatu kredit atau jasa tersebut yang kita kenal dengan nama bunga bagi bank prinsip kenvensional. Balas jasa dalam bentuk bunga.
C. Jenis-Jenis Kredit
Secara umum jenis-jenis kredit yang disalurkan oleh pihak bank selama ini dapat dilihat dari berbagai segi anatar lain :
1. Dilihat Dari Segi Kegunaan
Maksud jenis kredit ini adalah untuk melihat penggunaan uang tersebut apakah untuk digunakan dalam kegiatan utama atau hanya kegiatan tambahan. Jika ditinjau dari segi ini dapat dibagi menjadi dua yaitu :
a. Kredit Investasi
Yaitu kredit yang biasanya digunakan untuk keperluan perluasan usaha atau membangun proyek/pabrik dimana masa pemakaiannya untuk suatu periode yang relatif lebih lama dan biasanya kegunaan kredit ini adalah untuk kegiatan utama suatu perusahaan.
b. Kredit Modal Kerja
Merupakan kredit yang digunakan untuk keperluan meningkatkan produksi dalam operasionalnya. Contohnya kredit modal kerja diberikan untuk membeli bahan baku, membayar gaji pegawai, atau biaya-biaya lainnya yang berkaitan dengan proses produksi perusahaan.
2. Dilihat Dari Segi Tujuan Kredit
Kredit jenis ini dilihat dari tujuan pemakaiannya suatu kredit, apakah bertujuan untuk diusahakan kembali atau dipakai untuk keperluan pribadi. Jenis kredit ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a. Kredit Produktif
Kredit yang digunakan untuk peningkatan usaha atau produksi atau investasi. Kredit ini diberikan untuk menghasilkan barang atau jasa.
b. Kredit Konsumtif
Kredit yang digunakan untuk dikonsumsi atau dipakai secara pribadi. Dalam kredit ini tidak ada pertambahan barang dan jasa yang dihasilkan, karena memang untuk digunakan atau dipakai oleh seseorang atau badan usaha.
C. Kredit Perdangangan
Kredit perdangangan merupakan kredit yang digunakan untuk kegiatan perdangangan dan biasanya untuk membeli barang dagangan yang pembayarannya diharapkan dari hasil penjualan barang dagangan tersebut.
3. Dilihat Dari Segi Jangka Waktu
Dilihat dari segi jangka waktu, artinya hanya masa pemberian kredit mulai dari pertama sekali diberikan sampai masa pelunasannya jenis kredit ini adalah :
a. Kredit Jangka Pendek
Kredit ini merupakan kredit yang memiliki jangka waktu kurang dari satu tahun atau paling lama 1 tahun dan biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja
b. Kredit Jangka Menengah
Kredit ini merupakan kredit yang memiliki jangka waktu 1 sampai 3 tahun biasanya digunakan untuk keperluan modal kerja. Beberapa bank mengklasifikasikan kredit menengah menjadi kredit jangka panjang
C. Kredit Jangka Panjang
Merupakan kredit yang masa pengembaliannya paling panjang yaitu 3 tahun sampai dengan 5 tahun. Biasanya kredit ini digunakan untuk investasi jangka panjang.
4. Jenis Pembebanan Suku Bunga
Setiap nasabah yang memperoleh fasilitas kredit dari bank akan dikenakan kewajiban membayar kembali. Pembayaran kewajiban tersebut dilakukan setiap periode apakah harian, minguan atau bulanan. Pembayaran ini lebih dikenal dengan nama angsuran. Dalam setiap angsuran yang dibayar oleh nasabah sudah termasuk pokok pinjaman ditambah bunga yang harus dibayar. Jumlah angsuran yang dibayar setiap periode berbeda tergantung dari jenis pembebanan suku bunga yang dilakukan oleh bank.
Pembebanan jenis suku bunga oleh bank adalah dengan memperhatikan jenis kredit yang dibiayai, kemudian juga yang menjadi pertimbangan bank dalam menentukan pembebanan suku bunga yang dimaksud adalah :
a. Flate Rate
Flate Rate merupakan perhitungan suku bunga yang tetap setiap periode, sehingga jumlah angsuran (Cicilan) setiap periode pun tetap sampai pinjaman tersebut lunas. Perhitungan suku bunga model ini adalah dengan mengalikan % persentase bunga periode dikali dengan pinjaman (Lihat Contoh).
b. Sliding Rate
Merupakan perhitungan suku bunga yang dilakukan dengan mengalikan % persentase suku bunga per periode dengan sisa pinjaman, sehingga jumlah suku bunga yang dibayar debitur semakin menurun, akibatnya angsuran yang dibayarpun menurun jumlahnya (Lihat Contoh)
c. Floating Rate
Merupakan perhitungan suku bunga yang dilakukan sesuai dengan tingkat suku bunga pada bulan yang bersangkutan. Dalam perhitungan model ini suku bunga dapat naik, turun atau tetap setiap periodenya. Begitupula dengan jumlah angsuran yang dibayar sangat tergantung dari bunga pada bulan yang bersangkutan (Lihat Contoh).
Contoh Kasus
PT. Manatuto Harapan memperoleh fasilitas kredit dari Bank Mandiri senilai US$ 18.000.000 jangka waktu kredit adalah 1 tahun (12 bulan), bunga kredit dikenakan sebesar 14% per tahun. Disamping itu PT. Manatuto Harapan juga dikenakan biaya administrasi sebesar US$ 360.000 dan biaya provisi dan komisi 1%.
Pertanyaan! Saudara diminta untuk menghitung:
1. Berapa jumlah angsuran per bulan yang dibayar oleh PT Manatuto Harapan jika Bank Mandiri menggunakan metode flate rate.
2. Hitung pula jumlah angsuran per bulan untuk metode sliding rate.
3. Hitung pula angsuran per bulan yang harus dibayar oleh PT Manatuto Harapan jika Bank Mandiri menggunakan metode floating rate dengan asumsi tingkat suku bunga sebagai berikut :
Bulan 1 s/d bulan ke 4 suku bunga 14%/tahun
Bulan 5 s/d bulan ke 8 suku bunga 16%/tahun
Bulan 9 s/d bulan ke 12 suku bunga 15%/tahun
Jawab:
1. Sebelum menghitung jumlah suku bunga dengan metode flate rate maka terlebih dulu perlu dihitung jumlah pokok pinjaman yang harus dibayar oleh PT. Manatuto Harapan. Rumus yang digunakan untuk menghitung Pokok Pinjaman (PP) adalah sebagai berikut:
Jumlah Pinjaman
a. Pokok Pinjaman =
Jumlah Ansuran

US$ 18.000.000
Pokok Pinjaman = = 1.500.000
12

% x Pinjaman
b. Suku Bunga =
Tahun
14% x US$18.000.000
Suku Bunga = = 210.000
12
Jadi jumlah angsuran dengan metode flate rate adalah
Pokok Pinjaman US$1.500.000
Suku Bunga US$ 210.000
Jumlah angsuran per bulan US$ 1.710.000
Jumlah angsuran ini setiap bulan sama seperti terlihat dalam tabel di bawah ini.
Catatan: Biaya administrasi dan biaya provisi dan komisi tidak masuk angsuran
Tabel Perhitungan Angsuran Pinjaman
PT. Manatuto Harapan
Dengan Metode Flate Rate
(Dalam Ribuan)
Bulan
Sisa Pinjaman
PP
Bunga
Angsuran
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
18.000
16.500
15.000
13.500
12.000
10.500
9.000
7.500
6.000
4.500
3.000
1.500
1.500
1.500
1.500
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
210
1.710
1.710
1.710
1.710
1.710
1.710
1.710
1.710
1.710
1.710
1.710
1.710
Jumlah

18.000
2.520
20.520

2. Dengan metode sliding rate pokok pinjaman (PP) tetap sama dengan yang berbeda adalah perhitungan suku bunganya sebagai berikut :
Jumlah Pinjaman
a. Pokok Pinjaman = =
Jumlah Angsuran

US$ 18.000.000
= = US$1.500.000
12




b. Untuk suku bunga dihitung dengan menggunakan sisa pinjaman sbb. :
- Bulan ke-1
14% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 210.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-1 US$.1.710.000

- Bulan ke-2
14% x US$ 16.500.000
Bunga = x 1 = US$. 192.500
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-2 US$.1.692.500
- Bulan ke-3
14% x US$ 15.000.000
Bunga = x 1 = US$. 175.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-3 US$.1.675.500

- Bulan ke-4
14% x US$ 13.500.000
Bunga = x 1 = US$. 175.500
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-4 US$.1.657.500

- Bulan ke-5
14% x US$ 12.000.000
Bunga = x 1 = US$. 140.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-5 US$.1.640.000

- Bulan ke-6
14% x US$ 10.500.000
Bunga = x 1 = US$. 122.500
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-6 US$.1.622.500

- Bulan ke-7
14% x US$ 90.000.000
Bunga = x 1 = US$. 105.500
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-7 US$.1.605.000

- Bulan ke-8
14% x US$ 7.500.000
Bunga = x 1 = US$. 87.500
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-8 US$.1.587.500

- Bulan ke-9
14% x US$ 6.000.000
Bunga = x 1 = US$. 700.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-9 US$.1.570.000

- Bulan ke-10
14% x US$ 4.500.000
Bunga = x 1 = US$. 52.500
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-10 US$.1.552.500

- Bulan ke-11
14% x US$ 3.000.000
Bunga = x 1 = US$. 35.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-11 US$.1.535.000

- Bulan ke-12
14% x US$ 1.500.000
Bunga = x 1 = US$. 17.500
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-12 US$.1.517.500





Jumlah angsuran ini setiap bulan sama seperti terlihat dalam tabel di bawah ini.
Catatan: Biaya administrasi dan biaya provisi dan komisi tidak masuk angsuran
Tabel Perhitungan Angsuran Pinjaman
PT. Manatuto Harapan
Dengan Metode Flate Rate
(Dalam Ribuan)
Bulan
Sisa Pinjaman
PP
Bunga
Angsuran
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
18.000
16.500
15.000
13.500
12.000
10.500
9.000
7.500
6.000
4.500
3.000
1.500
1.500
1.500
1.500
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
210,0
192,5
175,0
157,5
140,0
122,5
105,0
87,5
70,0
52,5
35,0
17,5
1.710,0
1692,5
1.675,0
1.657,5
1.640,0
1.622,5
1.605,0
1.587,5
1.570,0
1.552,5
1.535,0
1.517,5
Jumlah

18.000
1.365
19.365

3. Dengan metode floating rate pokok pinjaman (PP) tetap sama yang berbeda adalah perhitungan suku bunganya sebagai berikut :
Jumlah Pinjaman
a. Pokok Pinjaman = =
Jumlah Angsuran

US$ 18.000.000
= = US$1.500.000
12

b. Untuk suku bunga dihitung dengan menggunakan sisa pinjaman sbb. :
- Bulan ke-1
14% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 210.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-1 US$.1.710.000

- Bulan ke-2
14% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 210.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-2 US$.1.710.000

- Bulan ke-3
14% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 210.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-3 US$.1.710.000

- Bulan ke-4
14% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 210.000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-4 US$.1.710.000

- Bulan ke-5
16% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 240.0000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-5 US$.1.740.000

- Bulan ke-6
16% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 240.0000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-6 US$.1.740.000

- Bulan ke-7

16% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 240.0000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-7 US$.1.740.000

- Bulan ke-8

16% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 240.0000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-8 US$.1.740.000

- Bulan ke-9

15% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 225.0000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-9 US$.1.725.000

- Bulan ke-10

15% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 225.0000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-10 US$.1.725.000

- Bulan ke-11

15% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 225.0000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-11 US$.1.725.000

- Bulan ke-12

15% x US$ 18.000.000
Bunga = x 1 = US$. 225.0000
12
PP = US$.1.500.000
Angsuran Bulan ke-12 US$.1.725.000

Jumlah angsuran ini setiap bulan sama seperti terlihat dalam tabel di bawah ini.
Catatan: Biaya administrasi dan biaya provisi dan komisi tidak masuk angsuran
Tabel Perhitungan Angsuran Pinjaman
PT. Manatuto Harapan
Dengan Metode Flate Rate
(Dalam Ribuan)
Bulan
Sisa Pinjaman
PP
Bunga
Angsuran
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
11
12
18.000
16.500
15.000
13.500
12.000
10.500
9.000
7.500
6.000
4.500
3.000
1.500
1.500
1.500
1.500
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
1.5000
210
210
210
210
240
240
240
240
225
225
225
225
1.710
1.710
1.710
1.710
1.740
1.740
1.740
1.740
1.725
1.725
1.725
1.725
Jumlah

18.000
2.700
20.700

D. Prinsip-Prinsip Pemberian Kredit
Jaminan kredit yang diberikan pada bank oleh nasabah sebenarnya hanyalah merupakan tambahan, terutama untuk melindungi kredit macet akibat suatu musibah. Akan tetapi apabila suatu kredit diberikan telah dilakukan penelitian secara mendalam, sehingga nasabah sudah dikatakan layak untuk memperoleh kredit, maka fungsi jaminan kredit hanyalah untuk berjaga-jaga. Oleh karena itu dalam pemberian kreditnya bank harus memperhatikan prinsip-prinsip pemberian kredit yang benar.
Artinya sebelum suatu fasilitas kredit diberikan maka harus merasa yakin terlebih dahulu bahwa kredit yang diberikan benar-benar akan kembali. Keyakinan tersebut diperoleh dari hasil penilaian kredit tersebut disalurkan. Penilaian kredit oleh bank dapat dilakukan dengan berbagai prinsip untuk mendapatkan keyakinan tentang nasabahnya.
Ada berbagai prinsip-prinsip penialain kredit yang dilakukan yaitu dengan analisis 5C, dan 7P dan studi kelayakan. Kedua prinsip ini memiliki persamaan yaitu apa-apa yang terkandung dalam 5C dirinci lebih lanjut dalam prinsip 7P dan di dalam prinsip 7P disamping lebih terinci juga jangkauan analisisnya lebih luas dari 5C
Berikut analisis prinsip 5C antara lain :
1. Character, sifat atau watak seseorang dalam hal ini calon debitur. Tujuannya untuk memberikan keyakinan kepada bank bahwa, sifat atau watak dari orang-orang yang akan diberikan kredit benar-benar dapat dipercaya.
2. Capacity (Capability), untuk melihat kemampuan calon nasabah dalam membayar kredit yang akan dihubungkan dengan kemampuannya mengelola bisnis serta kemampuan mencari laba.
3. Capital, Biasanya bank tidak akan bersedia untuk membiayai suatu usaha 100% artinya setiap nasabah yang mengajukan permohonan kredit harus pula menyediakan dana dari sumber lain atau modal sendiri.
4. Collateral, Merupakan jaminan yang diberikan calon nasabah baik yang bersifat fisik maupun non fisik. Jaminan hendaknya melebihi jumlah kredit yang diberikan.
5. Conditio of Economic, Dalam menilai kredit hendaknya diniali kondisi ekonomi sekarang dan untuk masa yang akan dating sesuai dengan sektornya masing-masing.
Berikut analisis prinsip 7P antara lain :
1. Personality, menilai nasabah dari segi kepribadiannya atau tingkah lakunya sehari-hari maupun masa lalunya. Personality juga mencakup sikap, emosi, tingkah laku dan tindakan nasabah dalam menghadapi suatu masalah
2. Party, mengklasifikasikan nasabah kedalam klasifikasi tertentu atau golongan-golongan tertentu berdasarkan modal, loyalitas serta karakternya. Sehingga nasabah dapat digolongkan dalam golongan tertentu dan akan mendapatkan fasilitas kredit yang berbeda pula dari bank.
3. Porpose, untuk mengetahui tujuan nasabah dalam mengambil kredit, termasuk jenis kredit yang diinginkan nasabah. Tujuan pengambilan kredit dapat bermacam-macam apakah tujuan untuk konsumtif atau produktif dan lain sebagainya.
4. Prospect, untuk menilai usaha nasabah di masa yang akan dating apakah menguntungkan atau tidak.
5. Payment, Merupakan ukuran bagaimana cara nasabah mengembalikan kredit yang telah diambil atau dari sumber mana saja dana untuk pengembalian kredit yang diperolehnya.
6. Profitability, untuk menganalisis bagaimana kemampuan nasabah dalam mencari laba. Profitability diukur dari periode ke periode apakah akan tetap sama atau akan semakin meningkat, apalagi dengan tambahan kredit yang akan diperolehnya dari bank.
7. Protection, bagaimana menjaga kredit yang dikucurkan oleh bank namun melalui suatu perlindungan. Perlindungan dapat berupa jaminan barang atau orang atau jaminan asuransi.
E. Teknik Penyelesaian Kredit Macet
Hampir setiap bank mengalami kredit macet alias nasabah tidak mampu lagi untuk melunasi kreditnya. Kemacetan suatu fasilitas kredit disebabkan oleh 2 faktor :
1. Dari pihak perbankan
Dalam hal ini pihak analisis kredit kurang teliti baik dalam mengecek kebenaran dan keaslian dokumen maupun salah dalam melakukan perhitungan dengan rasio-rasio yang ada. Akibatnya apa yang harus terjadi, tidak diprediksi sebelumnya. Kemacetan suatu kredit dapat pula terjadi akibat kolusi dari pihak analisis kredit dengan pihak debitur sehingga dalam analisisnya dilakukan secara tidak obyektif.
2. Dari pihak nasabah
Kemacetan kredit yang disebabkan oleh nasabah diakibatkan 2 hal:
a. Adanya unsur kesengajaan. Artinya sengaja tidak membayar kewajibannya kepada bank sehingga kredit yang diberikan dengan sendiri macet.
b. Adanya unsur tidak sengaja. Artinya nasabah memiliki kemauan untuk membayar akan tetapi tidak mampu dikarenakan usahanya terkena musibah misalnya kebanjiran, atau kebakaran.
Untuk mengatasi kredit macet pihak bank perlu melakukan penyelamatan, sehingga tidak akan menimbulkan kerugian. Penyelamatan dapat dilakukan dengan memberikan keringanan berupa jangka waktu pembayaran atau jumlah angsuran terutama bagi kredit terkena musibah atau dengan penyitaan bagi kredit yang sengaja lalai untuk membayar.
Penyelamatan kredit macet dilakukan dengan beberapa metode yaitu :
1. Rescbeduling
a. Memperpanjang jangka waktu kredit
Dalam hal ini debitur diberikan keringanan dalam masalah jangka waktu kredit. Misalnya 6 bulan akan diperpanjang menjadi 1 tahun dst.
b. Memperpanjang jangka waktu angsuran
Memperpanjang jangka waktu angsuran hampir sama dengan memperpanjang jangka waktu. Dalam hal ini jangka waktu angsuran kreditnya diperpanjang pembayarannya. Misalnya dari 36 kali angsuran menjadi 48 kali angsuran, dan masalah jumlah angsuran dengan sendirinya semakin berkurang dan tidak memberatkan debitur.
2. Reconditioning
Dengan cara mengubah berbagai persyaratan yang ada seperti :
a. Kapitalisasi bunga, yaitu dengan cara bunga dijadikan hutang pokok
b. Penundaan pembayaran bunga sampai waktu tertentu, maksudnya hanya bunga yang dapat ditunda pembayarannya, sedangkan pokok pinjamannya tetap harus dibayar seperti biasa.
c. Penurunan suku bunga, agar lebih meringankan beban nasabah. Sebagai contoh jika bunga per tahun sebelumnya dibebankan 17% diturunkan menjadi 15% dan hal ini harus sama-sama dipertimbangkan oleh pihak bank.
d. Pembebasan bunga, dengan pertimbangan-pertimbangan khusus maka pihak bank akan memberikan pembebasan bunga terhadap nasabah apabila betul-betul sudah tidak mampu lagi membayar dengan tingkat suku bunga yang telah ditetapkan oleh pihak bank.
3. Restructuring
a. Menambah jumlah kredit
b. Menambah equity yaitu: dengan menyetor uang tunai dan tambahan dari pemilik
4. Kombinasi
Dalam mengatasi kredit macet maka bisa dikombinasikan dari ketiga metode tersebut diatas dalam membantu nasabah.
5. Penyitaan jaminan
Hal ini merupakan cara penyelesaian yang paling terakhir adalah menyita barang jaminannya dan hal ini betul-betul sudah benar-benar tidak punya etikad baik atau sudah tidak mampu lagi membayar semua hutang-hutangnya.


BAB VI
LAPORAN KEUANGAN BANK

A. Pengertian Laporan Keuangan Bank
Setiap perusahaan, baik bank maupun non bank pada suatu waktu (periode) akan melaporkan semua kegiatan keuangannya. Laporan keuangan ini bertujuan untuk memberikan informasi keuangan suatu perusahaan baik informasi mengenai jumlah dan jenis aktiva, kewajiban (hutang) serta modal, yang kesemuanya ini tergambar dalam neraca. Laporan keuangan juga memberikan gambaran hasil usaha perusahaan dalam suatu periode tertentu yang dikeluarkan dalam laporan laba rugi. Kemudian laporan keuangan juga memberikan gambaran arus kas suatu perusahaan yang tergambar dalam laporan arus kas. Masing-masing laporan keuangan memiliki tujuan tersendiri.
Secara umum tujuan pembuatan laporan keuangan suatu bank adalah sebagai berikut:
1. Memberikan informasi keuangan tentang, jumlah aktiva, kewajiban dan modal bank pada waktu tertentu.
2. Memberikan informasi tentang hasil usaha yang tercermin dari pendapatan yang diperoleh dan biaya-biaya yang dikeluarkan dalam periode tertentu.
3. Memberikan informasi tentang perubahan-perubahan yang terjadi dalam aktiva, kewajiban dan modal suatu bank.
4. Memberikan informasi tentang kinerja manajemen bank dalam suatu periode.
B. Pihak-Pihak Yang Berkepentingan
Laporan keuangan yang dikeluarkan oleh bank akan memberikan berbagai manfaat kepada :
1. Pemilik/pemegang saham
Bagi pemegang saham sebagai pemilik, memiliki kepentingan terhadap laporan keuangan yaitu untuk melihat kemajuan perusahaan dalam menciptakan laba dan pengembangan usaha bank tersebut.


2. Pemerintah
Bagi pemerintah, baik bank pemerintah maupun bank swasta adalah untuk mengetahui kemajuan dan kepatuhan bank dalam melaksanakan akan kebijakan moneter dan pengembangan sektor-sektor industri tertentu.
3. Manajemen
Untuk menilai kinerja manajemen bank dalam mencapai target-target yang telah ditetapkan. Kemudian juga untuk menilai kinerja manajemen dalam mengelola sumber daya yang dimilikinya.
4. Karyawan
Untuk mengetahui kondisi keuangan bank, sehingga mereka juga merasa perlu mengharapkan peningkatan kesejahteraan apabila bank mengalami keuntungan dan sebaliknya.
5. Masyarakat luas
Bagi masyarakat luas merupakan suatu jaminan terhadap uang yang disimpan di bank. Jaminan ini diperoleh dari laporan keuangan yang ada dengan melihat angka-angka yang ada di laporan keuangan. Dengan adanya laporan keuangan pemilik dana dapat mengetahui kondisi bank yang bersangkutan.
C. Jenis-Jenis Laporan Keuangan Bank.
Sama seperti lembaga lainnya, bank juga memiliki beberapa jenis laporan keuangan yaitu:
1. Neraca
Neraca merupakan laporan menunjukkan posisi keuangan bank pada tanggal tertentu. Posisi keuangan yang dimaksud adalah posisi aktiva (harta), Pasiva (Kewajiban dan Ekuitas) suatu bank. Penyusunan komponen dalam neraca didasarkan pada tingkat liquiditas dan jatuh tempo.
2. Laporan Komitmen Dan Kontijensi
Laporan komitmen merupakan suatu ikatan atau kontrak yang berupa janji yang tidak dapat dibatalkan secara sepihak (irrevocable) dan harus dilaksanakan apabila persyaratan yang disepakati bersama dipenuhi. Contoh laporan komitmen adalah komitmen kredit, komitmen penjualan, atau pembelian aktiva bank dengan syarat repurcbase Agrement (Repo), sedangkan laporan kontijensi merupakan tagihan atau kewajiban bank yang kemungkinan timbulnya tergantung pada terjadi atau tidak terjadinya satu atau lebih peristiwa dimasa yang akan datang. Penyajian laporan komitmen dan kontijensi disajikan tersendiri tanpa pos lama.
3. Laporan Laba Rugi
Laporan laba rugi merupakan laporan keuangan bank yang mengambarkan hasil usaha bank dalam suatu periode tertentu.
4. Laporan Arus Kas
Merupakan laporan yang menunjukkan semua aspek yang berkaitan dengan kegiatan bank baik yang berpengaruh langsung maupun yang tidak langsung terhadap kas. Laporan arus kas harus disusun berdasarkan konsep kas selama periode laporan.
5. Catatan Atas Laporan Keuangan
Merupakan laporan yang berisi catatan tersendiri mengenai posisi devisa neto menurut jenis mata uang dan aktivitas lainnya.
6. Laporan Keuangan Gabungan Dan Konsolidasi
Laporan gabungan merupakan dari seluruh cabang-cabang bank yang bersangkutan baik yang ada di dalam negeri maupun yang ada di luar negeri. Sedangkan laporan konsolidasi merupakan laporan bank yang bersangkutan dengan anak perusahaannya.
D. Bentuk-Bentuk Laporan Keuangan
Dari masing-masing jenis laporan keuangan diatas tentu memiliki bentuk-bentuk laporan keuangan tersendiri. Bentuk laporan keuangan ini dibuat sesuai dengan keinginan pihak manajemen perusahaan, tanpa menyalahi aturan yang berlaku.
Berikut ini bentuk laporan keuangan yang umum dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku:
1. Bentuk Laporan Keuangan Neraca
Dalam laporan keuangan neraca terdapat 3 macam bentuk yaitu :
a. Bentuk skontro atau horizontal (Account Form)
Neraca dalam bentuk ini seperti huruf “T” dimana sisi aktiva disebelah kiri dan pasiva (kewajiban dan equitas) disebelah kanan. Untuk lebih jelasnya neraca dalam bentuk skontro dapat dilihat berikut ini :
PT. Bank Desya Tbk.
Neraca Konsolidasi
Per 31 Desember 2007
Aktiva Pasiva
- Aktiva Lancar xx - Hutang Jangka Pendek xx
- Penyertaan xx - Hutang Jangka Panjang xx
- Aktiva Tetap xx
Aktiva Lainnya xx - Equitas xx
Jumlah Aktiva xxx - Jumlah Pasiva xxx


b. Bentuk laporan atau vertical (Report Form)
Neraca dalam bentuk ini tersusun di atas ke bawah secara berurutan mulai dari aktiva diikuti kewajiban dan terakhir equitas. Untuk lebih jelasnya bentuk laporan keuangan vertical sebagai berikut:
PT. Bank Dasya Tbk.
Neraca Konsolidasi
Per 31 Desember 2007
Aktiva
- Aktiva Lancar xx
- Penyertaan xx
- Aktiva Tetap xx
- Aktiva Lainnya xx
Jumlah Aktiva xxx
Pasiva Dan Equitas
- Hutang Jangka Pendek xx
- Hutang Jangka Panjang xx
- Equitas xx
Jumlah Pasiva xxx

c. Bentuk lainnya disesuaikan dengan kebutuhan dan posisi keuangan perusahaan
2. Bentuk Laporan Laba Rugi
Khusus untuk laporan laba rugi hanya memiliki 2 macam bentuk yaitu:
a. Bentuk Tunggal (Singgle Step System)
Dalam bentuk ini laporan laba rugi tidak terinci dan ditentukan berdasarkan total pendapatan dikurangi total biaya. Dalam bentuk ini laporan laba rugi disusun tanpa membedakan pendapatan dan biaya usaha dengan diluar usaha. Contoh bentuk laporan laba rugi (single step system dapat dilihat berikut ini:
PT. Bank Desya Tbk.
Perhitungan Laba Rugi
Per 31 Desember 2007

1. Pendapatan xx
- Pendapatan usaha xx
- Pendapatan di luar usaha xx
2. Biaya-Biaya xx
- HPP xx
- Biaya penjualan xx
- Biaya umum & Adm. xx
- Biaya di luar usaha xx
Laba bersih sebelum pajak xxx
b. Bentuk majemuk (Multiple Step System)
Merupakan bentuk yang di hitung secara terinci dan bertahap yaitu dengan membedakan antara pendapatan maupun biaya dari usaha dengan di luar usaha. Contoh bentuk laporan laba rugi multiple step system dapat dilihat sebagai berikut:
PT. Bank Desya Tbk.
Perhitungan Laba Rugi
Per 31 Desember 2007

- Pendapatan usaha xx
- Biaya-biaya usaha xx
Laba bersih usaha xxx
- Pendapatan diluar usaha xx
- Biaya diluar usaha xx
Laba bersih xxx
Laba sebelum pajak xxxx
Setelah kita membicarakan bentuk laporan keuangan maka selanjutnya akan dibahas komponen-komponen yan disusun dalam suatu neraca bank. Penyusunan laporan keuangan suatu bank tidak ubahnya seperti perusahan lainnya. Hanya yang menjadi perbedaan adalah ragam jenis-jenis harta, kewajiban dan equitas yang ada dalam neraca suatu bank lebih spesifik.
Adapun komponen-komponen yang terdapat dalam neraca suatu bank adalah sebagai berikut:
1. Komponen Harta (Aktiva)
Dalam neraca suatu bank komponen aktiva merupakan komponen yang mengambarkan harta-harta yang dimiliki oleh suatu bank. Komponen harta terdiri dari harta lancer, penyertaan, harta tetap dan harta lainnya. Komponen harta dimaksud yaitu:
a. Kas
b. Giro pada Bank Sentral
c. Giro pada bank lain
d. Penyerapan pada bank lain
e. Surat-surat berharga
f. Kredit yang diberikan
g. Penyertaan
h. Pendapatan yang diterima
i. Biaya dibayar dimuka
j. Uang muka pajak
k. Tanah
l. Bangunan
m. Peraltan
n. Aktiva sewa guna usaha
o. Aktiva lain-lain
2. Komponen kewajiban (Pasiva)
a. Giro
b. Kewajiban segera lainnya
c. Tabungan
d. Deposito berjangka
e. Sertifikat deposito
f. Surat berharga yang diterbitkan
g. Pinjaman yang diterima
h. Kewajiban sewa guna usaha
i. Beban yang masih harus dibayar
j. Taksiran utang pajak
k. Kewajiban lain-lain
l. Pinjaman subordinasi
m. Modal pinjaman
n. Hak minoritas
3. Komponen Equitas
a. Modal disetor
b. Agio (disagio)
c. Modal sumbangan
d. Selisih penjabaran laporan keuangan
e. Selisih perincian kembali aktiva tetap
f. Laba ditahan

Berikut ini contoh neraca konsolidasi PT. Bank Desya Tbk. Per 31 Desember 2007 dalam bentuk laporan (vertical) atau Report Form.

E. Analisis CAMEL
Untuk menilai kesehatan suatu bank dapat diukur dengan berbagai metode. Penilaian kesehatan akan berpengaruh terhadap kemampuan bank dan loyalitas nasabah terhadap bank yang bersangkutan. Salah satu alat untuk mengukur kesehatan bank adalah dengan analisis CAMEL. Unsur-unsur penilaian dalam analisis CAMEL adalah sebagai berikut :
1. Capital
Penilaian didasarkan kepada permodalan yang dimiliki oleh salah satu bank. Salah satu penilaian adalah dengan metode CAR (Capital Adequacy Rasio) yaitu dengan cara membandingkan modal terhadap aktiva tertimbang menurut resiko (ATMR).
2. Assets
Penilaian didasarkan kepada kualitas aktiva yang dimiliki bank. Rasio yang diukur ada 2 yaitu:
a. Rasio aktiva produktif yang diklasifikasikan terhadap aktiva produktif.
b. Rasio penyisihan penghapusan aktiva produktif terhadap aktiva produktif yang diklasifikasikan.
3. Management
Penilaian didasarkan kepada, manajemen permodalan, manajemen aktiva, manajemen rentabilitas, manajemen liquiditas dan manajemen umum. Manajemen bank dinilai atas dasar 250 pertanyaan yang diajukan.
4. Earning
Penilaian didasarkan kepada rentabilitas suatu bank yaitu melihat kemampuan suatu bank dalam menciptakan laba. Penilaian dalam unsure ini didasarkan kepada 2 macam yaitu:
a. Rasio laba terhadap total asset (Return on Assets)
b. Rasio beban operasional terhadap pendapatan operasional (BOPO)
5. Liquidity
Yaitu menilai liquiditas bank. Penilaian liquiditas bank didasarkan kepada 2 macam rasio yaitu:
a. Rasio jumlah kewajiban bersih (Call Money) terhadap aktiva lancer dan yang termasuk aktiva lancer adalah Kas, Giro pada BS, Sertifikat BS. (SBS) dan surat berharga pasar uang (SBPU) yang sudah diendoskan oleh bank lain.
b. Rasio antara kredit terhadap dana yang diterima oleh bank.
Kemudia ketentuan lain yang akan mempengaruhi tingkat kesehatan bank adalah:
1. Pelaksanaan pemberian Kredit Usaha Kecil (KUK) harus sesuai ketentuan yang berlaku
2. Pelaksanaan pemberian kredit ekspor sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan
3. Pelanggaran terhadap ketentuan Batas Maximum Pemberian Kredit (BMPK)
4. Pelanggaran terhadap posisi devisa neto (PDN)
Hasil penilaian kesehatan bank dilakukan secara kuantitatif. Selanjutnya peringkat tingkat kesehatan bank dapat digolongkan sebagai berikut:
Nilai Kredit
Predikat
81-100
66-80
51-67
0-<51
Sehat
Cukup Sehat
Kurang Sehat
Tidak Sehat

F. Modal Bank
Dalam prekteknya modal bank terdiri dari 2 macam yaitu modal inti dan modal pelengkap. Rincian masing-masing komponen masing-masing modal bank diatas adalah sebagai berikut:
1. Modal inti terdiri dari:
a. Modal disetor
b. Agio saham
c. Modal sumbangan
d. Cadangan umum
e. Cadangan tujuan
f. Laba ditahan setelah diperhitungkan pajak
g. Laba tahun-tahun lalu setelah diperhitungkan pajak
h. Rugi tahun-tahun lalu
i. Laba tahun berjalan setelah diperhitungkan pajak
j. Rugi tahun berjalan
k. Sub total
l. Goodwill
m. Kekurangan jumlah penyisihan penghapusan aktiva produktif dari jumlah yang seharusnya dibentuk %
2. Modal pelengkap terdiri dari:
a. Cadangan revaluasi aktiva tetap
b. Penyisihan penghapusan aktiva produktif (Maximum 1,25% dari ATMR)
c. Modal pinjaman
d. Pinjaman sub ordinasi (Maximum 50% dari jumlah modal inti)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar