Jumat, 27 Maret 2009

Inggris Mengindikasikan Percepat Bergabubg dengan Matauang Euro

Inggris Mengindikasikan Percepat Bergabubg dengan Matauang Euro

Dua belas negara anggota Uni Eropa (UE)yaitu Austria, Belgia, Belanda, Finlandia, Perancis, Portugal, Jerman, Italia, Luxemburg, Spanyol, Yunani dan Irlandia mulai tanggal 1 Januari 2002 yang lalu telah memberlakukan mata uang euro. Tiga anggota UE yang lain yaitu Inggris, Swedia dan Denmark belum bergabung dengan mata uang tersebut.

Inggris dalam hal ini belum memutuskan kapan akan mengganti Pounsterling dengan euro. Pemerintah Inggris akan melakukan pengujian terhadap lima kriteria uji ekonomi ( five economic test ) yang ditetapkan tahun 1997 untuk melihat manfaat dan kerugian yang ditimbulkan oleh mata uang tersebut. Kelima kriteria dimaksud adalah: apakah terdapat kesesuaian yang berkesinambungan antara Inggris dengan negara-negara yang tergabung dengan mata uang tunggal Eropa lainnya; elastisitas dalam mengatasi perubahan ekonomi dan permasalahannya; dampak euro terhadap sektor investasi; industri jasa keuangan dan pengaruhnya terhadap lapangan kerja.

Terdapat perbedaan pendapat dalam dunia usaha Inggris terhadap pemberlakuan euro di Inggris. Hasil survey oleh MORI terhadap 1284 pengusaha yang tergabung dalam Confederation of British Industry (CBI) menunjukkan bahwa 19% menginginkan segera bergabung dengan euro sebelum tahun 2002; 11% meenginginkan bergabung pada tahun 2002 - 2005; 22% ingin bergabung tapi tidak ditentukan waktunya; serta 31% ingin agar Inggris bersikap menunggu dan 15% menolak bergabung.

Hampir 75% perusahaan Inggris memiliki hubungan bisnis dengan perusahaan di UE. Perdagangan Inggris dengan UE mencapai �132 milyar tahun 2001 yang merupakan setengah dari total nilai perdagangan Inggris pada tahun yang sama. Oleh karena itu dengan diberlakukannya euro, para pengusaha Inggris menghadapi berbagai masalah menyangkut perubahan sistem antara lain dalam IT, invoice, payment, accounting, cost handling dan re-pricing.

Dengan berhasilnya peluncuran euro, dan mengingat dampaknya yang cukup besar terhadap ekonomi Inggris, tekanan untuk bergabung semakin bertambah. Perdana Mentri Tony Blair mengindikasikan akan mempercepat proses bergabung dengan mata uang euro dan juga Mentri yang menangani masalah Eropa, Peter Hain, menyatakan bahwa euro merupakan kenyataan yang tidak dapat dihindarkan, menimbulkan perkiraan bahwa analisa ekonomi untuk bergabung dengan euro sebelum batas waktu tanggal 6 Juni 2003 akan dipercepat.Penentuan bergabung tidaknya Inggris akan diputuskan pada referandum yang waktunya masih belum ditentukan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar