Rabu, 25 Maret 2009

IKLIM ORGANISASI KESEHATAN

IKLIM ORGANISASI KESEHATAN
BAB I
PENDAHULUAN
 
A. Latar Belakang
            Iklim organisasi merupakan hal yang sangat penting dan perlu menjadi perhatian khusus bagi seorang pemimpin organisasi, karena faktor tersebut dapat mempengaruhi keefektivitasan kinerja kerja karyawannya. Telah banyak usaha yang dilakukan untuk memisahkan, menerangkan dan menentukan tempat konsepsi ini dalam teori organisasi.
Sementara itu organisasi yang muncul dari kelahirannya dengan ukuran yang masih sangat kecil dan kemudian berkembang menjadi besar pasti banyak mengalami rintangan yang harus dihadapi. Misalnya seperti banyaknya permasalahan dalam organisasi tersebut. Oleh karena itu organisasi merupakan sekumpulan orang yang berkumpul dalam suatu wadah yang terdiri dari pimpinan dan anggota-anggotanya yang saling mengikatkan diri dalam sistem. Memiliki Visi, misi dan tujuan bersama atau Organisasi adalah satuan social yang terkordinir secara sadar, terdiri dari dua orang atau lebih yang berfungsi atas dasar yang relatif kontinu untuk mencapai suatu tujuan atau serangkaian tujuan bersama. Oleh karena itu suatu revolusi telah terjadi tentang bagaimana suatu organisasi disusun. Dimana hal ini digerakkan oleh kompetisi global dan dimudahkan dengan teknologi informasi, Coca cola dan banyak lagi perusahaan lainnya melakukan peralihan dari skema organisasi yang lama dan mencoba desain yang baru dengan harapan akan mencapai sasaran hasil organisasi yang lebih efektif.
Oleh karena itu penting bagi kita untuk mengetahui bagaimana kaitan antara iklim organisasi dengan keefektivitasan kinerja organisasi serta pengaruh kesehatan organisasi dalam suatu tubuh organisasi. Makalah ini akan membahas tentang hal tersebut.

B. Rumusan Masalah
1.      Bagaimana hubungan antara iklim organisasi dengan keefektivitasan kinerja organisasi ?
2.      Bagaimanakah pengaruh kesehatan organisasi dalam suatu tubuh organisasi ?
C. Tujuan Penelitian
Untuk mengetahui pengertian organisasi, hubungan antara iklim  organisasi dengan keefektivitasan kinerja organisasi serta pengaruh kesehatan organisasi dalam suatu tubuh organisasi. Serta lebih mendalami masalah-masalah kebijakan seorang pemimpin dalam mengatasi persoalan iklim organisasi
 












 BAB II
Landasan Teori

A. Pengertian Organisasi
            Pengertian organisasi menurut berbagai para ahli antara lain disebutkan oleh:
1. James D. Mooney (1974)       
Organisasi adalah bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai tujuan bersama.
2. Ralp Currier Davis (1951)
            Organisasi adalah sesuatu kelompok orang-orang yang sedang bekerja ke arah  tujuan bersama di bawah kepemimpinan.
3. Daniel E. Griffths (1959)
Organisasi adalah seluruh orang-orang yang melaksanakan fungsi-fungsi yang berbeda tetapi saling berhubungan dengan yang dikoordinasikan agar sebuah tugas dapat diselesaikan.
Dengan demikian diantara ketiga macam pandangan tentang pengertian organisasi, pandangan yang tepat adalah yang menganggap organisasi sebagai suatu sistem kerjasama, sistem hubungan, sistem sosial. Guna memudahkan penangkapan pengertian, dapatlah kiranya disusun suatu definisi organisasi secara sederhana dan dapat diterapkan dalam praktek sebagai berikut :
“ Organisasi adalah suatu sistem yang saling mempengaruhi antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu “.
            Dari definisi sederhana ini dapat ditemukan adanya berbagai faktor yang dapat menimbulkan organisasi, yaitu orang-orang, kerjasama, dan tujuan tertentu. Berbagai faktor tersebut tidak dapat saling lepas berdiri sendiri, melainkan saling kait merupakan suatu kebulatan. Maka dalam pengertian organisasi digunakan sebutan sistem yang berarti kebulatan dari berbagai faktor yang terikat oleh berbagai asas tertentu.
Menurut Gareth R. Jones organisasi adalah, sangat bermanfaat dalam menjamin organisasi ke depan dengan menciptan services yang baik dan bermanfaat bagi masyarakat pada umumnya.
Menurut Gareth R. Jones organisasi adalah suatu sistem yang mengintegrasikan semua elemen-elemen bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Fred Luthans, organisasi adalah, sistem pemprosesan informasi menghadapi ketidakpastian akibat transisi.
Menurut Chester Bernard, organisasi adalah, sebagai sistem dari aktivitas dua manusia atau lebih yang terkordinasi secara sadar.
Menurut Fred Luthans, organisasi adalah, suatu rencana atau ransangan oleh organisasi dan selalu berubah bardasarkan perkembangan waktu agar dapat meningkatkan kinerja kerja yang efektif. Dengan demikian seorang pemimpinpun dapat mengambil suatu keputusan yang tepat.
Stephen P. Robins, organisasi adalah; satuan sosial yang terkoordinasi secara sadar, terdiri dari dua orang atau lebih yang berfungsi atas dasar yang relatif kontinu untuk mencapai suatu tujuan atau serangkaian tujuan bersama.
Gitosudarmo, I dkk, organisasi adalah suatu sistem yang terdiri dari pola aktivitas kerjasama yang dilakukan secara teratur dan berulang-ulang oleh sekelompok orang untuk mencapai suatu tujuan.
Menurut Sopiah, organisasi adalah sekumpulan orang yang berkumpul dalam suatu wadah yang terdiri dari pimpinan dan anggota-anggotanya yang saling mengikatkan diri dalam sistem. Memiliki Visi, misi dan tujuan bersama.
Menurut Cristantius Dwiatmaja, dkk, bahwa organisasi adalah organisasi sebagai sebuah sistem terbuka mempelajari perilaku organisasi dengan memperhitungkan saling tindak antara organisasi dengan lingkungan sekitarnya. Dan dari sini dapat diasumsikan bahwa hasil yang direncanakan atau duharapkan akan dipengaruhi oleh struktur organisasi dan proses yang terjadi di dalam organisasi. Dan kadang-kadang struktur dan proses yang terjadi di dalam organisasi sering kali membawa hasil atau konsekuensi yang justru tidak direncanakan sebelumnya.
Stephen P. Robins, tentang bagaimana pembagian pekerjaan adalah; Secepat orang-orang membagi pekerjaan diantara mereka, mekanisme koordinasi diperlukan untuk memastikan bahwa semua orang bekerja dalam satu kesatuan. Tiap-Tiap organisasi menggunakan satu atau lebih mekanisme untuk melaksanakan koordinasi : komunikasi informal, hirarki formal, dan standardisasi
Menurut Jackson & Schuler, adalah perencanaan sumber daya manusia merupakan suatu proses menterjemahkan strategi bisnis menjadi kebutuhan sumber daya manusia baik kualitatif maupun kuantitatif melalui tahapan tertentu.

B. Tujuan Organisasi
            Pentingnya perumusan tujuan bagi organisasi telah lama disadari orang. pentingnya perumusan tujuan tersebut terutama karena :
a.       Tujuan untuk bertindak sebagai titik rujukan bagi usaha yang dilaksanakan organisasi.
b.      Tujuan diperlukan untuk mengkoordinasikan usaha.
c.      Organisasi yang berharap dapat berkembang dan bersaing dengan efektif harus segera terus menerus memperbaharui tujuannya.
d.      Tujuan organisasi merupakan tempat seluruh tindakan organisasi diarahkan.
e.      Tujuan merupakan prasyarat penetapan kebijaksanaan, strategi, prosedur, metode dan peraturan.
Karena tujuan itu amat penting dirumuskan, maka kita perlu memahami benar
sifat-sifat utama tujuan organisasi itu. Sifat tujuan organisasi yang utama diantaranya adalah :
a.       Tujuan organisasi berstruktur dalam suatu hirarki.
b.      Tujuan itu memperkuat tujuan perseorangan dan sebaliknya.
c.       Tujuan itu hendaknya berpadu dengan tujuan perseorangan.
d.      Tujuan yang lebih tinggi berisi tujuan-tujuan yang lebih bawah dan dapat dicapai dengan efektif hanya melalui kerjasama.

C. Pengertian
            Sebelum membahas lebih jauh tentang kaitan antara iklim organisasi dengan keefektivitasan organisasi, ada baiknya kita mengetahui pengertian dari iklim organisasi dan keefektivitasan organisasi. Iklim organisasi merupakan keadaan mengenai karakteristik yang terjadi di lingkungan kerja yang dianggap mempengaruhi perilaku orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasi tersebut. oleh karena itu, iklim organisasi dapat dikatakan sebagai lingkup organisasi.
            Menurut Owens (1991) dan Hoy and Miskel (1987) bahwa iklim organisasi adalah persepsi anggota tentang lingkungan kerja organisasi. Scheider (1991) berpendapat bahwa iklim organisasi menunjuk pada gaya material yang mempengaruhi pandangan anggota mengenai nilai dan tujuan organisasi. Menurut Rossow (1990) iklim organisasi menunjuk pada karakteristik organisasi secara keseluruhan dan berhubungan dengan perasaan anggota yang bersangkutan. Dari berbagai pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa iklim organisasi tidak hanya menyangkut aspek sosial saja tetapi juga aspek fisik dalam organisasi. Iklim organisasi juga berkenaan dengan persepsi anggota organisasi, baik secara individual maupun kelompok, tentang sifat-sifat dan karakteristik organisasi yang mencerminkan norma serta keyakinan dalam organisasi.
Banyak hal yang berpengaruh di dalam organisasi sehingga terbentuklah iklim
organisasi, hal tersebut adalah :

1.Bekerja keras
Beban kerja yang berat serta tidak diimbangi dengan hasil yang diharapkan pada akhirnya, juga akan mempengaruhi orang-orang yang ada di dalam organisasi tersebut.
2.Kerja sama
Antara pemimpin dan karyawan tidak saling membeda-bedakan, bersama-sama menciptakan suasana dalam organisasi menjadi nyaman, sehingga kesertaan dan keserasian kerja di dalamnya semakin meningkatkan kinerja organisasi tersebut.
3.Peraturan
Peraturan yang dibuat dijadikan sebagai pedoman sehingga hendaknya benar-benar mentaati dan bila ada penyelewengan harus benar-benar ditindak dengan tegas, baik memberikan peringatan ataupun hukuman.
Sedangkan keefektivitasan organisasi dapat dilakukan dengan cara melihat seberapa jauh pencapaian tujuan yang diharapkan organisasi itu. Pendeskripsian mengenai efektivitas kinerja organisasi meliputi produktivitas dan pemanfaatan terhadap organisasi tersebut serta masyarakat. Setiap anggota organisasi dalam melaksanakan tugasnya dinilai sudah memperoleh keuntungan dari apa yang telah dikerjakan, berupa kepuasan batin dan penyelesaian tugas sesuai dengan job descriptionnya.
D. Teori Tentang Iklim Organisasi
1. Halpin and Crroft
berdasarkan anggapan bahwa iklim organisasi merupakan persepsi dari anggotanya, maka ada beberapa faktor yang membentuk iklim organisasi, yaitu : keterpisahan, rintangan, keakraban, kejauhan, tekanan pada hasil, dorongan (motivasi) dan semangat.
2. Likert
           Likert teori yang disebut Likert’s Management System Theory. Dari sistem tersebut Likert mengungkapkan bahwa ada empat sistem manajemen yang membentuk iklim organisasi, yaitu :
 a.      Sistem exploitative-authoritative (sistem penguasa pemeras)
Sistem ini menunjukkan bahwa pemimpin bersifat sangat otokrasi, sedikit kepercayaan terhadap bawahan dan bersifat paternalistik. Bawahan diberi motivasi dengan cara ditakut-takuti dan memberi hukuman. Sistem komunikasi cenderung berbentuk komunikasi ke bawah.
b.     Sistem benevolent-authoritative (sistem penguasa pemurah)
Dalam sistem manajemen ini, pemimpin memiliki kepercayaan yang terselubung dengan bawahan. Motivasi terhadap bawahan dengan cara diberi hadiah, menakuti-nakuti, dan pemberian hukuman. Pemimpin sudah memperbolehkan komunikasi ke atas (up-ward communication), mendengarkan pendapat bawahan, serta melimpahkan wewenang pengambilan keputusan.
c.     Sistem consultative (sistem penasehat)
Pemimpin sedikit memiliki kepercayaan terhadap bawahan terutama jika membutuhkan informasi atau ide. Pemberian motivasi kepada bawahan dilakukan dalam bentuk penghargaan atau hukuman. Komunikasinya berpola ke atas dan ke bawah.
d.    Sistem participative-group (sistem kelompok partisipasi)
Pemimpin memiliki kepercayaan yang cukup besar terhadap bawahan. Setiap pemecahan masalah melibatkan ide-ide bawahan secara konstruktif. Pola komunikasi yang digunakan berpola ke atas, ke bawah dan horizontal.
























BAB III
Pemecahan Masalah

A.     Kesehatan Organisasi Melalui Pengembangan Organisasi
Keadaan kesehatan organisasi bila dicapai karena tingkat pengelolaan profesional yang relatif tinggi. Hal ini membutuhkan penerapan konsep dan teknik-teknik yang tidak dapat diciptakan melalui imajinasi atau pengalaman dalam waktu singkat, walaupun seorang manager berbakat. Konsep serta teknik-teknik initelah dikembangkan selama bertahun-tahun oleh berbagai pemikir dan baru disusun dalam kesatuan pemikiran manajemen. Tidak ada salahnya bagi seorang manager atau pemimpin menjadi orang baru dalam pekerjaannya serta meniti karirnya, sambil banyak belajar tentang bidang tertentu, tetapi tidak belajar banyak tentang pengelolaan.
Sehingga dalam mempelajari organisasi yang sehat dan teliti, kita bisa menemukan beberapa hal umum yang cenderung membuat organisasi itu tetap sehat. Kita dapat menyimpulkan sifat-sifat organisasi yang sehat hanya dalam empat proses penting, yaitu :
1.      Evaluasi
Merupakan suatu proses periodic dan sistematis untuk meninjau seluruh sistem organisasi untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan :
Apa perbedaan antara yang ada sekarang dengan yang seharusnya menurut tuntutan keadaan ?
Apa yang perlu kita lakukan dengan cara lain ?
Perubahan apa yang mesti kita lakukan dalam organisasi untuk memenuhi tuntutan masa datang ?
        2.  Penyesuaian
             Merupakan proses perencanaan yang formal dan teratur, yang menghasilkan keputusan-keputusan konkrit tentang organisasi dan perkembangannya serta mengarah ke tindakan-tindakan konkrit yang ditugaskan pada individu tertentu, bersama dengan hasil dan target waktu tertentu.
3.  Kaderisasi
   Merupakan proses yang sistematis, relatif formal dan umum. Dengan proses itu organisasi menemukan dan mengembangkan pemimpin-pemimpin masa datang untuk menyiapkan bakat pengelolaan sebelum kebutuhan muncul dan memiliki orang-orang yang ahli sehingga cukup tersedia untuk dipilih.
4.Inovasi kebijaksanaan yang disadari benar-benar
Untuk mendorong orang-orang di semua tingkat organisasi agar menemukan cara-cara baru dalam mencapai hasil yang tanggung jawabnya dibebankan oleh manajemen, sebagai alat untuk mengakui dan memberi kepada pikiran-pikiran dan tingkah laku inovatif, bukan hanya dalam mengembangkan produk, namun dalam semua aspek pekerjaan.
B. Penyakit Ketidakmampuan Menyelesaikan Diri Dalam Organisasi
1. Penyakit yang timbul dalam organisasi
Dalam organisasi yang mengisyaratkan ketidakmampuan suatu organisasi untuk menyelesaikan diri menyebabkan munculnya penyakit yang berakibat kurang berfungsinya organisasi, atau keadaan tidak selaras, tampaknya benar-benar terjadi dalam organisasi bisnis, baik di bidang komersial maupun segi pengelolaannya. Inilah sembilan penyakit yang mengisyaratkan ketidakmampuan suatu organisasi untuk menyelesaikan diri, yaitu :

1.Sindrom amuba
Suatu penyakit organisasi yang timbul karena kurang pengarahan yang kuat dari pimpinan organisasi, tidak memadainya struktur, perintah atau bimbingan agar pimpinan tingkat menengah dan supervisor mampu memberikan pengarahan yang memadai kepada anggota stafnya dan keadaan organisasi secara keseluruhan mengalami kemerosotan serta manajemen puncak tidak dapat memberikan bimbingan yang dapat menggerakkan organisasi ke arah yang konstruktif.
2. sindrom anarkhi
Penyakit organisasi yang timbul karena kepemimpinan organisasi berada dalam pertentangan pendapat yang diakibatkan oleh “perang dalam istana”, dengan para pimpinan bersenjata kapak di tangan kiri dan kanan. Atau pergolakan penempatan di mana masalah tanggung jawab, fungsi dan sumber sedang di pertentangkan.
3.  Sindrom cambuk pedati
Penyakit organisasi yang timbul karena organisasi tergantung pada produk pelayanan yang sudah usang, sudah tidak mempunyai kekuatan lagi di pasaran.
4.   Sindrom dedlock
      Penyakit organisasi yang timbul karena keadaan renggang terjadi karena antara manajemen dengan pemimpin serikat buruh, yang disebabkan dedlock atau jalan buntu dan ketidakmampuan dalam mengatasi masalah.
5.   Sindrom mama dan papa
      Penyakit organisasi yang timbul karena pemimpin kurang profesional dalam menguasai mekanisme penyesuaian dengan perkembangan pasaran terhadap hasil produksi sehingga mengalami kemacetan dalam pemasaran.
6.   Sindrom rabun dekat
      Penyakit organisasi yang timbul karena para pemimpin organisasi yang mengelola perusahaan berpandangan sempit dan tidak berorientasi ke masa depan dan cenderung menyepelekan pemikiran strategi, arah atau proses perencanaan. Mereka hidup atas dasr kegiatan rutin saja.
7.   Sindrom lomba tikus
      Penyakit organisasi yang timbul karena iklim sosial buruk disebabkan oleh manager yang suka menindas dan menghukum dalam berbagai tingkat. Juga kurangnya minat pimpinan puncak terhadap kepentingan sah pegawai atau kebijakan yang cenderung pada “perbudakan”, yang oleh pegawai tidak adil, tidak manusiawi dan tanpa imbalan.
8.   Sindrom kontrol jauh dekat
      Penyakit organisasi yang timbul karena organisasi harus bertindak dengan pengendalian wewenang dan administrasi yang sangat ketat dari organisasi indukna sehingga otonomi dalam mengambil keputusan sangatlah kurang.
9.   Sindrom rigor-moris
      Penyakit organisasi yang timbul karena organisasi bersifat kaku mayat berlaku kondisi kelembaban dan kegiatan yang menyempit, karena nilai utama organisasi itu adalah struktur dan perintah.
















BAB IV
PENUTUP

A. Kesimpulan
Organisasi adalah suatu sistem yang saling mempengaruhi antar orang dalam kelompok yang bekerja sama untuk mencapai tujuan tertentu. . Iklim organisasi merupakan keadaan mengenai karakteristik yang terjadi di lingkungan kerja yang dianggap mempengaruhi perilaku orang-orang yang berada dalam lingkungan organisasi tersebut. oleh karena itu, iklim organisasi dapat dikatakan sebagai lingkup organisasi.
            Adapun penyakit-penyakit yang timbul dalam berorganisasi adalah sebagi berikut:
1.     Sindrom amuba
2.     Sindrom anarkhi
3.     Sindrom cambuk pedati
4.     Sindrom dedlock
5.     Sindrom mama papa
6.     Sindromrabun dekat
7.     Sindrom lomba tikus
8.     Sindrom  control jauh dekat
9.     Sindrom rigor noris
B. Saran
            Dari bahasan di atas kami menyarankan agar masyarakat yang telah bergabung dengan suatu organisasi dapat lebih meningkatkan efisiensi kerja suatu organisasi dan dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan yang ada dalam suatu organisasi. Ciptakanlah iklim kerja yang sehat untuk meningkatkan keefektivitasan kinerja organisasi.
DAFTAR PUSTAKA

Al-Brench, Karl. 1985. Pengembangan Organisasi. Bandung : Angkasa.
Kamaruddin. 1981. Analisa Organisasi Menejemen Modern. Jakarta : Rajawali.
Stoner, James A. F. 1982. Menejemen edisi ke dua (revisi). Jakarta :Erlangga.
Sutarto. 2002. Dasar-Dasar Organisasi. Yogyakarta : Gajah mada.
Arni, M. 1989. Komunikasi Organisasi. Jakarta : Depdikbud.
Fred Luthans. Perilaku Organisasi. Edisi ke Sepuluh Terjemahan Bahasa Indonesia.
Gareth R. Jones. Organizational Theory, Design, and Change. Edisi ke Lima dalam Bahasa Inggris






























DAFTAR ISI


Halaman Judul
Daftar Isi
Bab I Pendahauluan 1
a. Latar Belakang 1
b. Rumusan Masalah 2
c. Tujuan Penelitian 2
Bab II Landasan Teori 3
Bab III Pemecahan Masalah 9
Bab IV Penutup 13
Daftar Pustaka
























KATA PENGANTAR


Puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas berkat dan rahmat-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas ini sesuai dengan waktu yang telah di tentukan. Dalam penulisan tugas yang berjudul “Iklim Dan Kesehatan Dalam Organisasi”
Penulis menyadari bahwa masih banyak kekurangan yang harus di benahi. Namun dalam penulisan tugas ini penulis juga banyak mendapat bantuan dan dukungan dari semua pihak. Sehingga penulis tidak lupa mengucapkan rasa terima kasihnya kepada:
1.Direktur Program PPs, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
2.Ketua Program Studi Magister Manajemen, Universitas Kristen Satya Wacana Salatiga
3.Dosen Pengasuh Mata Kuliah Teori Organisasi
4.Seluruh dosen Fakultas ekonomia, dan Dosen PPs
5.Semua rekan-rekan mahasiswa seangkatan.
Walaupun tugas ini telah di kumpulkan namun penulis merasa bahwa masih banyak kekurangan sehingga sangat di harapkan saran dan kritikan yang bersifat membangun dari pembaca demi penyempurnaan penulisan berikutnya.

Dili,…….Februari, 2009
Deri Susanto
Antonio B. Carceres














IKLIM DAN KESEHATAN DALAM ORGANISASI
 
Untuk Memenuhi Tugas Mata kuliah
Teori Organisasi
     Yang Dibimbing Oleh Bapak Johnson Dongoran, SE, MBA
 
  


Oleh :
1.Antonio Bani-Lolik Carceres, NPM: 912008906
2.Deri Susanto NPM: 9122008030

 
 

 
 
UNIVERSITAS KRISTEN SATYA WACANA
PROGRAM PASCASARJANA MM
Februari 2009

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar